Download applikasi baca novel online untuk android disini: DOWNLOAD

1st Love Never Die Hal.7



"BRAKK!!!" Alinda meletakkan gagang telepon itu
dengan keras dan merebahkan diri di kursi. Untungnya
di ruangan itu hanya ada dia. Ya... di sini dia membantu
supervisor produksi. Pekerjaan yang harus ia kerjakan
lumayan banyak. Dari memfotokopi, menyusun arsip,
entry data, dan entah apalagi. Alinda sampai bingung
mana yang harus ia kerjakan dulu. .
Untuk sesaat, sebelum bosnya balik, Alinda istirahat
sejenak. Diam-diam dia melirik ke arah ruangan lain.
Ruangan di sebelahnya adalah ruangan supervisor juga,
tapi lebih besar daripada ruangannya. Sebelahnya ruangan
administras·i dan sebelahnya lagi adalah ruangan kepala
bagian.
Alinda belum sempat berkenalan dengan staf yang lain
karena mereka terlihat sangat sibuk. Alinda jadi teringat
tentang peristiwa tadi, saat mereka mengambil undian itu.
Maya langsung senyam-senyum begitu melihat tulisan
"Purchasing" sedangkan Alinda rasanya mau pingsan
begitu melihat tulisan "Produksi".
Dari awal Alinda sama sekali tidak menyangka kalau
dia bakalan magang di departemen produksi, apalagHalau
ruangannya harus bersebelahan dengan mesin sebesar
itu. Hmm... perasaan hatinya jadi benar-benar nggak enak
sekarang.
Jam 11.30.
"Sudah saatnya makan siang nih... Kerjaan ini dikerjain
ntar aja·kali... " belum sempat Alinda keluar dari ruangan,
telepon di ruangan itu tiba-Uba berdering. Dengan kesal,
Alinda menerimanya.
"Hallo, selamat siang:·. .. "
"Linda..... tolong ya, arsip itu diberesin semua.
Data-datanya sudah harus di entry juga ya. Jangan lupa,
semuanya harus selesai sebelum jam 12. Oke?!!" kata Mbak
Dini.
"0k, baik Mbak.;..." jawab Alinda lemas.
Jam sudah menunjukkan angka 12.15. Alinda
bersyukur karena semua pekerjaan itu akhirnya sudah'
selesai. Hampir saja dia pingsan menyelesaikan itu semua
sebelum jam 12.00 ..
Alinda melihat HP-nya, sesuai dengan perkiraannya,
ada 4 sms dan 5 missed call. Ya... bagus banget. Alinda
sudah bisa menebak siapa yang rajin mengirim sms dan
missed call itu. Sudah pasti dan tidak lain adalah MAYA.
Huh.. Dia enggak tahu aja penderitaannya di sini. Dengan
cepat Alinda mengambi! HP itu dan segera turun ke bawah.
Untungnya ia diberitahu letak kantin, kalau enggak pasti
kesasar. Sebenarnya ·Alinda ingin juga makan siang bareng
staf produksi yang lain, tapi dia hams bertemu dengan
Maya dulu.
GUBRAKKK!
"AKKHHH!! ! "
Karena sibuk membaca sms di HP-nya, tanpa sengaja
Alinda bertabrakan dengan seorang cowok di tangga . i
kantin.
.
"Ma-maaf. .. Ku enggak lihat" kata Alinda tergagap.
"Oh, enggak... enggak apa-apa kok. Aku juga enggak
lihat." jawab cowok itu sambil tersenyum. ·Alinda sempat
tertegun juga, ternyata pegawai ini masih muda, mungkin
tidak terlalu jauh beda usianya dengan dia. Ia memakai
seragam berwarna abu-abu. Dari seragamnya tertulis
nama Tony. Hmm... nama yang lumayan bagus.
"Kamu pegawai bank ya?" tanya pegawai itu..
"Oh, enggak. Aku anak magang... "
"Oh, anak magang." jawabnya sambi! tersenyum.
"Oh...eh.: Maaf ya, aku ke atas dulu."
"Ya..." katanya sambil mempersilahkan.
Tanpa banyak bicara lagi, Alinda langsung naik ke atas.
Dia sarna sekali tidak tahu kalau pegawai yang bernama
Tony itu diam-diam masih melihatnya.
Sesampainya di kantin, hampir semua pasang mata
melihat ke arah Alinda dan membuatnya salah tingkah..
Mungkin karena ia. orang baru di sini. Sudahlah, lebih .
baik cuek saja. Setelah mengambil makanan, Alinda
segera menuju meja tempat Maya yang sudah duluan ada
di sana.
"Kemana aja sih? Lama banget?" tanya Maya.
"Banyak kerjaan tadi... Lo gimana?" tanya Alinda
balik.
"Tentu enggak dong... Kerjaan gue nyantai banget. ..
Cue sama sekali enggak nyangka bisa magang di tempat
yang keren begitu."
"Iya, tahu... . Tempat itu keren... Tempat gue...
Huaaa...!!!" memikirkannya. aja membuat Alinda tidak
berminat lagi untuk makan.
"Sabar ya... Tapi, ogomong-ngomong gimana?" goda
Maya.
'Apanya yang gimana?" tanya Alinda bingung.
"Masa enggak ada yang PDKT ? Minimal ada yang
suka...?" tanya Maya lagi.
'Apaan sih? Enggak ada apa-apa tuh... Rata-rata
pegawai di tempat gue itu udah pada married semua."
"Yah, gimana sih? Masa enggak ada yang masih single
dan rada.cakepan gitu???"
"Boro-boro lihat-lihat cowok, kerjaan gue tuh numpuk
banget tahu..." Alinda sewot.
.
"Ya elah... Jangan sampai jadi cewek workaholic di
sini..."
"Wah, bener itu... jangan sampai... Amit-amit dah... "
"Terus sering ketemu sarna Bu Riska enggak?"
"Untungnya sih enggak sering-sering amat. Cue
bersyukur banget karena ruangannya jauh· dari ruangan
kantor gue. Pokoknya, setiap ada dia, gue berusaha kabur
sejauh mungkin deh." ujar Alinda dengan muka langsung
pucat begitu membayangkan sosok Bu Riska.
"Hahaha... Kayaknya hari-hari magang di sini bakal
menegangkan ya?!"
"Bisa jadi ... " jawab Alinda singkat sambi! mengangkat
kedua bahunya.
"Eh, Lin ... coba tebak,.musuh ku, si Kasa Nyamuk itu
dapat magang dimana?" .
"Kasa nyamuk? Oh si Kasandra ... Emang dia dapat
dimana?" tanya Alinda penasaran.
"Begitu denger kita dapet di FJI, dia langsung ngirim
lamaran magang ke Indo Juicy, saingan berat perusahaan ini.
Kayaknya emang dia selalu ingin bersaing sama ku deh..."
"Oh, bagus. Dari dulu dia selalu begitu kok."
Alinda memperhatikan jam tangannya. Pukul 07.30.
Bagaimana ini? Seharusnya laporan ini sudah selesai dari
tadi. Tapi, Alinda lupa meletakkan salah satu laporan.
Mungkin tertinggal di gudang atau di tempat lain. Kalau
laporan itu tidak ada, nasibnya bakal berakhir tragis.
"Linda.... Karnu udah selesai?" tanya Mbak Dini tiba tiba.

"Ya, Mbak, hampir selesai..." jawab Alinda ragu-ragu.
"Belum selesai? Pasti karena ada laporan yang tertinggal
. Glek. .. ! Kok tahu... Alinda ketakutan.
"Nih, laporannya, katanya ketinggalan di lab. Tadi
Bagas ke sini. Dia udah ngerjain laporannya.. Sekarang
kamu boleh pulang."
. .
'Apa? Bagas? Dia yang ngerjain laporan ini Mbak?
Masa sih? Bagas itu yang mana ya Mbak?"
"Kamu belum tahu? Dia supervisor baru di sint."
,
"Oh begitu ya? Mbak Dini, tadi Mbak dicari sama Ibu
Riska." . .
.
. .
"Oh ya, aku udah tahu kok. Tenang aja... Kamu
sekarang boleh pulang." kata Mbak Dini sambi! berlalu
meninggalkan ruangan.

Bersambung....silahkan komen dibawah ini untuk request kelanjutannya!!

Update:
Baca kelanjutannya


4 Responses to "1st Love Never Die Hal.7"