Download applikasi baca novel online untuk android disini: DOWNLOAD

1st Love Never Die Hal.6


 3.Busy, Busy,
and Busy.

 Dari sebuah ruangan, tampak sebuah meja yang cukup
lebar. Di atasnya ada komputer keluaran terbaru, belum
lagi telepon dan berbagai alat kantor lainnya. Di sudut
meja tersedia makanan-makanan keeil. Suasana ruangan
kerja itu sangat menyenangkan, apalagi boleh memutar
lagu-lagu. Seperti saat inl,· di ruangan ini mengalun lagu
romantis yang membuat semakin betah berlama-lama.
Wah, ini benar-benar suasana kantor yang nyaman. Sudah
lama Maya bermimpi bisa hekerja di tempat yang keren
seperti ini.
Pegawai-pegawai yang sekantor dengannya juga
bersikap ramah terhadap Maya. Apalagi pegawai-pegawai
eowok banyak yang masih muda, keren, dan single. Kalau
saja Maya jomblo, pasti dia sudah menggaet cowok-cowok
keren itu sekarang.·
"Maya, kalau ·ada yang enggak dimengerti, ntar tanya
aku aja ya?" kata Mas Antony sambil mendekati Maya.
"Oh iya, thanks ya Mas Antony" jawab Maya sambil
tersenyum.
"Di sini enak kok. Kerjanya enggak ,terlalu banyak,
jadi kamu pasti bisa mengerjakannya. Kalau 'kamu enggak
mengerti, kamu bisa tanya siapa aja Citau bisa minta bantuan
ke staf yang lain."
"Iya Mas, thank u..." jawab Maya lagi.
Di hari pertama, Maya disuruh memasukkan datadata ke komputer. Bagi Maya itu bukan masalah karena
itu pekerjaan yang mudah. Rasanya Maya melupakan
sesuatu yang penting. Apa ya? Begitu dia sedang berusaha mengingat, tiba-tiba saja telepon di mejanya berdering.
Maya pun segera mengangkatnya.
"Hallo, selamat siang ... " sapa Maya.
"HEH.." TUKAR T EMPAT !!!!!" teriak Alinda di ujung
telepon.
"Oh, Linda... Apa kabar? Enak enggak di departemen
produksi? Sudah pasti enak dong ya, kan kantor 10 di
tengah pabrik ya?" sindir Maya sambil menahan tawa.
"Sialan.. Iya, tahu... Lo dapat tempat enak di sana...
ruangan kantor yang luas, mewah, dikelilingi cowok kece.
Tempat gue ..,," Belum sempat Alinda menyelesaikan
kalimatnya.
"NGIIIIIINGG!!!"
"Busyet dah, bunyi apaan tuh???" tanya Maya
penasaran.
"Bunyi mesin produksi... Beneran deh gue enggak
betah di sini. Ruangan gue sebelahan sarna mesin... Kita.
tuker tempat yuk???!" pinta Alinda memelas.
"Enggak... " jawab Maya tegas sambi! menahan
. senyum.
"Yah... tega amat sih.. " Katanya mau nolongin sahabat
lo ini untuk dapat pacar". Jadi, biarkanlah gue di sana ya?
Lo gantiin gue di sini. Please ..,," pinta Alinda kembali.
"Sudah pasti enggak dong.." Gue denger di sana
banyak cowok. Kan departemen produksi?! Karyawannya
ada 500-an orang Iho. Udah takdir kali 10 ditaruh di sana...
Siapa tahu dapat cowok.." Oh iya, salam dari gue buat Ibu
Riska ya??!" kata Maya sambil kembali menahan ketawa.
"Sialan.. Awas ya!!! Sudah Ah... Capek ngomong
terus. Bye!!!" Alinda segera menutup teleponpya.

Baca kelanjutannya