Download applikasi baca novel online untuk android disini: DOWNLOAD

1st Love Never Die Hal.4


2.First Day
in FJI


 SUDAH pukul 07.15. Afinda kalang kabut Mobil yang
biasanya dia pakai Uba-Uba saja tidak di tempat,' dipakai Ayahnya karena mobilnya sedang diservis di bengkel.
Akhirnya Alinda memutuskan untuk naik taksi. Taksi jimis
apapun, yang penting taksi.
Semalam Alinda tidur seperti bayi, sangat lelap. Begitu
rriatanya terbuka Alinda, langsung terjatuh dari tempat
tidur karena melihat jam mejanya menunjukkan pukul
6.45. Entah kenapa had ini Alinda sial bangeL Udah telat
bangun, mobilnya dipake Ayahnya, sarapan di meja cuma
'
ada sehelai roti, terakhir... eh dia malah dapat benjol di
kepala. Aduh, apes banget! c
"Pak... cepetan Pak... Udah telat nih!!!" teriak Alinda
pada supir taksi yang membawanya sambil mengeluarkan
HP dari dalam kantong tasnya. Alinda benar-benar
kebingungan begitu' melihat banyak missed call dan sms
di HP-nya. Sudah pash dari Maya.
1 "Iya, Neng... Ini lagi diusahain. Emang kalau di
, wilayah sini sering maceL."
"Yah, Pak... Usahain dong. Mungkin bisa lewat'jalan
tikus kek atau lewat jalan kecoa kek.., Pokoknya jam 07.30
harus sampai di pabrik itu." Alinda hampir mau nangis.
Tiba-tiba aja ada sebuah panggilan di HP-nya, pasti dari
Maya.
'APA???" tanya Alinda dengan suara altonya.
"LAGI DI MANA MBAK?? TAHU ENGGAK SIH INI
SUDAH JAM BERAPA?????" tanya Maya dengan suara
yang enggak kalah tingginya.


"Iya gue tahu... Gue lagi kena macet. Pusing nih . . .!"
Alinda benar-benar panik.
.
"Kok bisa sih? Pasti tadi pagi telat bangun ya?"
"Glek... Kok tahu sih...? Iya, emang tadi pagi gue telat
bangun."
"Pantesan... udah ah... Pokoknya jam 7.30 kalo
10 belum datang juga, eng'gak tahu deh gimana nasib
magang 10 di sini." Maya langsung mematikan HP-nya.
Alinda hanya bengong begitu mendengar kalimat terakhir
sahabatnya itu. Dia malah jadi semakin panik. Alinda.tahu
perusahaan tempat magangnya ini sangat terkenal karena
disiplinnya. Kalau hari per-tama dia telat masuk, itu berarti
bencana besar.
"Pak... udah sampai belum sih??? Masih lama
enggak???" Alinda melihat jam-tangannya, pukul07.20.
"Itu Neng... Pabrik FJI yang gedungnya warna krem
itu... Kira-kira kalau lari dari sini cuma sekitar sepuluh
menit"·tunjuk sopir taksi itu. .
"Begitu ya... Ya udah aku keluar aja sekarang." Alinda,
segera keluar dari taksi dan membayar ongkosnya. Dengan
memakai rok dari blazer, Alinda pun segera berlari. Tidak
perduli kalau blazer yang dipakainya bisa kusut atau
roknya bakal robek. Pokoknya tujuan utainanya adalah
sampai ke gedung FJI itu dan jangan telat.
Dari pos penjaga satpam ke lobby pun Alinda harus
berlarL Gedung FJI lumayan besar juga. Dari pos satpam
ke lobby saja jaraknya seratus meter. Gedungnya seperti
gedung pencakar langit. Lumayan luas juga karena kantor
dan pabriknya ada dalam satu wilayah:
UntungIa.h Alinda belum terlambat. Di lobby ia
bertemu dengari Maya yang lama menunggunya.
"KEMANA AJA SIH???" tanya Maya.
"Sorry.... Namariya juga kena macet... Yang penting
enggak telat kan?"
"Telat sih; sepuluh detik, tapi enggak apa-apa deh.
Kita disuruh ke ruang rapat untuk bertemu karyawan  

Baca kelanjutannya

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified